Titik Balik Ustaz Evie Effendie Reborn Dengan Hijrah - Muhammad Rizki Ramadhan

 


RESENSI BUKU

 

Identitas Buku

 

Judul : Titik Balik Ustaz Evie Effendie Reborn Dengan Hijrah

 

Pengarang : Ustaz Evie Effendie

 

Penerbit : Tangga Pustaka

 

Tanggal Terbit : 30 Agt 2018

Jumlah Halaman 124

 

Berat : 0.115 kg

 

Lebar : 13 cm

 

Panjang : 19 cm

 

Bahasa : Indonesia

 

ISBN 9789790831599

 

Harga Buku : Rp. 50.000,-

 

 

 

Sinopsis/ Isi Buku :

Buku ini merupakan autobiografi atau otobiografi yang menceritakan riwayat hidup seorang Ustaz Evie Effendie. Dari masa kecilnya, liku-liku perjalanan hidupnya, hingga proses hijrah dari dunia kegelapan menuju jalan kebenaran. “Journey to the light”, demikian sang ustaz menyebutnya.

Buku ini secara runut bercerita dalam susunan bab demi bab, dari bab I tentang masa kecilnya, hingga bab VIII yang menceritakan kekinian kehidupan pendakwah tersebut.

Berikut ini susunan alur bab yang dimaksud :

 

1. Bab I : Masa Kecil

2. Bab II : Nyantri di Jalanan

3. Bab III : Jatuh Bangun Rumah Tangga

4. Bab IV : Penjara, Sebuah Titik Balik

5. Bab V : Ujian Kedua Kali

6. Bab VI : Malaikat Tak Bersayap

7. Bab VII : My Hijrah My Adventure

8. Bab VII : Gaul Tapi Sholeh

 

Buku ini dibuka dengan kata pengantar tentang penulisan buku yang dihadirkan dengan semangat berbagi tentang pengalaman pribadi sang penulis, serta harapan agar para pembacanya dapat mengambil hikmah dari adanya buku tersebut.

Dilanjutkan dengan sebuah “Renungan dari Penjara” yang menyentuh hati pembaca tentang perenungan dibalik jeruji besi saat mengingat kesedihan ibundanya dan tekad bulat dalam hati untuk merubah jalan hidupnya.

Pada masa kecilnya, seorang evie hidup dalam naungan kasih kedua orang tuanya. Dalam asuhan ayahnya seorang pedagang dan penceramah agama. Pendidikan formal agamanya dimulai dengan belajar dipesantren di Bandung yang kemudian pindah ke pesantern di kampung ayahnya di Garut.

Selesai dari Garut, Evie muda nyantri kembali di Pajagalan Bandung. Untuk membantu kehidupan ekonominya, ia nyambi ngojek, sehingga mengenal kehidupan lain yang berbeda dari kehidupan pesantren. Mulailah pemuda ini mengenal kehidupan jalanan dan dunia hitamnya. Mulai dari geng motor, mafia, dunia malam, hingga perkelahian jalanan. Sehingga dirinya kemudian dikenal sebagai “santri bangor”.

Babak berikutnya adalah jenjang penikahan, yang penuh dengan drama keluarga. Dari proses pernikahan yang ditentang orang tua si gadis, proses penikahan yang jauh dari kesan formal, hingga kesulitan ekonomi yang berujung pada perceraian.

Akibat kasus penusukan, akhirnya Evie dipenjara. Beruntung korbannya tidak meninggal. Dari balik bui inilah, berkat kegigihan dan doa sang ibu dalam usaha menyadarkan santri bangor ini, akhirnya hidayah Allah pun menghampiri beliau. Waktu yang banyak dipenjara, membuat proses tafakur (berpikir), tadabur (membaca) dan tadakur (membaca keadaan) dapat berjalan dengan baik. Selepas dari penjara, Allah kembali mempertemukan sang ustaz dengan anak-anaknya, bahkan dengan mantan istrinya. Sehingga pada akhirnya rumah tangganya kembali terjalin. Demikianlah hikmah penjara menjadi kehidupannya sekarang ini.

Proses hijrah merupakan proses yang tidak sederhana, penuh tantangan dan ujian. Masa lalu beliau menjadikan beberapa orang tidak berkenan dan dianggap hanya mencari popularitas. Popularitas juga menyebabkan kehidupan pribadi menjadi sorotan sehingga privasi keluarga yang berkurang.


Ibu bagi seorang Evie adalah malaikat tak bersayap. Doa dan bimbingannya menjadi kekuatan meninggalkan dunia kelam. Demikian juga sang ayah yang mengajarkan bahwa doa adalah kata-kata manusia paling indah. Ridho kedua orang tua terutama mamah, mengantarkan sang ustaz pada kehidupan penuh barokah.

Bab berikutnya berkisah tentang My Hijrah My Adventure, berisi kisah-kisah penuh hikmah mulai kisah tentang Umar, Malik bin Dinar, pengalaman beliau, Lillah, Belajar Agama, Menghafal kembali ayat-ayat dan Skenario Allah.

Pada akhirnya buku ini ditutup tentang info kekinian kegiatan sang ustaz dalam dunia dakwah, membimbing jemaah yang ingin berhijrah dan istiqomah dalam berhijrah. Beliau menggunakan semboyan, Yassir Walaa Tuássir. Permudahlah, Jangan dipersulit.

Kelebihan Buku :

Buku ini disusun dalam bahasa yang mudah dimengerti oleh para pembacanya, sangat cocok untuk kawula mudah. Namun tidak berarti hanya merupakan bacaan sekali lewat tanpa makna. Buku ini menggunakan bahasa yang juga jika dicerna memiliki arti yang dalam.

Penulis menyusun secara runut bab demi bab, sehingga mudah bagi pembaca mengikuti alur kehidupan seorang Evie Effendie, dari masa kecilnya hingga kehidupannya yang sekarang.

Buku ini memuat pesan-pesan moral yang dalam, sehingga dapat diambil hikmah bagi para pembacanya.

Kekurangan Buku :

Dengan 124 halaman, tentunya tidak bisa memberikan gambaran lebih detail tentang kehidupan sang penulis. Diperlukan lebih banyak halaman untuk menguraikan riwayat hidup ustaz Evie Effendie.

Untuk memberikan penggambaran lengkap tentang kehidupan beliau, diperlukan lebih banyak foto dan gambar dalam bukunya, sehingga pembaca lebih terbawa ke suasana kehidupan penulis.

Kepopuleran tentunya akan lebih akurat, jika didukung dengan data yang ada. Semisal, ulasan dari tokoh terkenal lainnya, terkait penulisan buku ini ataupun tentang pribadi penulis. Link-link atau dokumentasi kegiatan yang bersangkutan dan data pendukung lainnya.


Kesimpulan/ Penutup

Buku ini secara keseluruhan merupakan buku yang bagus untuk bacaan anak-anak muda. Sehingga generasi muda bisa belajar tentang lika liku kehidupan yang beraneka ragam. Mengingatkan teman-teman akan bahayanya kehidupan liar di luar sana, dunia hitam, dunia jalanan, mafia, geng, dunia malam dan berbagai jalan kehidupan yang dapat menjerumuskan manusia ke jalan sesat. Buku ini juga mengajarkan proses kembalinya manusia ke jalan yang benar setelah terperosok di dunia hitam. Walaupun berat, tetapi bukan hal mustahil untuk dilalui asal memiliki tekad yang kuat dan istiqomah.

Buku ini juga mengajarkan pentingnya menghargai dan berbakti pada orang tua terutama ibu. Ustaz memberikan contoh tauladan bagaimana hubungan ibu dan anak, ayah dan anak, sehingga membuatnya mampu melewati proses hijrah dengan baik.

Membeli buku ini dengan harga Rp.50.000,- menjadi tidak mahal, dibandingkan manfaat yang kita peroleh dari buku tersebut.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pribadi Berperan Anti Baperan - Yaser Benzema

IKHTIAR ISLAMI HIDUP SUKSES - Reifan Gasyah

The Art of Hijrah: kala jannah menanti perubahanmu - ANNISA SAFINA REZEKI