Menasehati tanpa Menggurui - Octareno Yusuf Agung W

 RESENSI BUKU

 

 

 

A. Identitas Buku

Judul : Menasehati tanpa Menggurui

Pengarang : MHD. Rois Almaududy

Penerbit : Syalmahat Publising

Tahun Terbit : Tahun 2022 (Cetakan keempat)

Tebal Halaman : 164 halaman

Harga Buku : Rp 25.000,000

 

B. Sinopsis/Isi Buku

Nasihat dan keteladanan Rasullullah SAW dalam mencipta hubungan  maupun mengatasi setiap permasalahan tanpa terlihat menggurui.

1. Mengawali Persahabatan

Suatu hubungan persahabatan terbentuk karena punya kesamaan kebutuhan yakni saling berbagi informasi, membantu, dan saling mendukung. Kita juga bisa berteman dengan orang-orang di sekitar karena kedekatan tempat tinggal.

2. Menerima Kekurangan

Sebagai teman/sahabat harus menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing, karena manusia tidak ada yang sempurna.

3. Memahami Karakter Teman Bergaul

Perasaan bersaudara sekejap menjadi permusuhan disebabkan ketidakpahaman mengenal karakter teman. Jadi kita harus benar-benar memahami karakter dan watak seseorang agar tidak terjadi kesalahpahaman.

4. Apresiasi, Magnet Kebaikan

Apresiasi yang kita berikan itu akan menjadi magnet kebaikan. Secara tidak langsung akan menjadikan teman kita bersemangat melakukan kebaikan lebih banyak lagi.

5. Belajar Seni Mendengar

Pertama, ketika seorang sahabat berbicara, dengarkanlah sampai tuntas. Kedua, bicaralah etika ia sudah meminta saran dan pendapat kita. Ketiga, tunjukkan menyimak informasi penting dari teman. Keempat, belajarlah menunjukkan ekspresi yang menandakan bahwa kita menyimak sahabat kita berbicara.

6. Berbicara dengan Umpan Tepat

Kita sebaiknya mengawali pembicaraan mengenai hal yang teman kita suka. Dengan cara itu, kita memancing ketertarikan teman untuk berbicara dengan kita barulah kita bisa mengulas hal-hal penting dengan bijaksana.

7. Menasehati tanpa Menggurui

Kita perlu membiasakan diri menasihati sesama dengan cara baik. Pertama benar isinya. Kedua, benar cara menyampaikannya. Ketiga, benar waktu penyampaiannya. Keempat, benar tujuannya.

8. Memotivasi bukan Menghakimi

Bila di sisi kita ada sahabat yang mengalami keterpurukan maka kitalah yang harus berperan memberi motivasi, bukan menghakimi kejadian itu karena ia melakukan kesalahan.

9. Panggilan yang Disukai

Memanggil sahabat dengan panggilan yang disukai. Jangan menggunakan panggilan yang membuat sahabat tidak suka atau menghujat.

10. Hadiah-hadiah Sederhana

Beri hadiah sederhana namun berkesan pada moment tertentu. Misal di hari lahir, pernikahan, wisuda. Tidak perlu mahal namun berkesan.

 

 

11. Menolong tanpa Pamrih

Ciri-ciri mendasari pergaulan baik adalah adanya kepedulian dan saling tolong menolong. Tolong-menolong terbaik adalah yang dilakukan dalam melakukan kebaikan, serta tidak mengharapkan imbalan dan untuk mendapatkan ridha dan pertolongan Allah SWT.

12. Kejujuran itu Indah

Kejujuran adalah hal yang selalu kita butuhkan dalam membangun hubungan. Kejujuran menghadirkan keharmonisan, saling percaya, tidak ada perasaan dikhianati dan didustai.

13. Rawatlah Integritas Anda

Integritas adalah apakah kita bisa dipercaya oleh sahabat atau tidak. Pertama, ucapan kita harus sesuai dengan kebenaran. Kedua, berusaha menepati janji. Ketiga, selaraskan ucapan dan perbuatan.

14. Maaf, Tolong, Terima Kasih

Tiga kata yang harus dibiasakan dalam pergaulan yakni maaf, tolong, terima kasih. Pertama, maaf sebagai penanda ketulusan dan keseriusan jika berbuat salah. Kedua, tolong bila kita selalu membutuhkan bantuan sesama. Ketiga, terima kasih sebagai bentuk apresiasi karena sudah berbuat baik kepada kita.

15. Saat Amarah Bergelora

Kita tidak bisa melepas pergaulan kita dari kesalahan. Mengendalikan amarah termasuk satu sifat orang beriman..

16. Rahasiakanlah Rahasia

Ada pepatah menyebutkan, sebuah rahasia tidak lagi menjadi rahasia kalau sudah dikatakan, meski kepada satu orang. Sehingga tidaklah ada jaminan, sesuatu yang kita rahasiakan tidak akan diketahui orang lain, bila sudah kita sebutkan kepada sesama.

17. Beda Pendapat itu Biasa

Perbedaan pendapat mustahil untuk dihindari, yang harusnya kita lakukan bukanlah menyeragamkan pemikiran, melainkan menghadirkan kebijaksanaan untuk  menyikapi perbedaan.

18.  Waktu Berkualitas

Kualitas seseorang selalu dipengaruhi bagaimana ia mengelola waktu. Ini yang membedakan mengapa ada dua orang usianya sama, tetapi pencapaian prestasi hidupnya berbeda.

19.  Sesuka, Seduka

Kita saling membantu karena saling peduli. Saling peduli karena bersaudara. Apalagi persaudaraan yang dilandasi iman kepada Allah SWT.

20.  Berbuat Baik kepada Siapa Saja

Dalam pergaulan, tidak boleh membedakan perlakuan kepada orang berdasarkan status, kelas sosial maupun kekayaan.

21.  Bijak Bermedia Sosial

Meggunakan media sosial harus bijaksana. Jika tidak, media sosial yang semula bisa membantu keakraban, menjadi tempat mengadu kemarahan bukannya menjadi jalan membangun pertemanan malah menjadi sebab permusuhan.

22.  Ingatlah Dua, Lupakanlah Dua

Dalam membangun pergaulan sehat, kita harus memiliki hati lapang. Pertama, kita harus mengingat kebaikan yang diperbuatnya dan kesalahan yang kita perbuat. Kedua, kita  melupakan kebaikan yang kita sudah perbuat dan kesalahan yang diperbuatnya kepada kita.

23.  Candaan Sehat

Untuk menjaga pergaulan tetap kokoh dan terhindar dari keretakan, ada baiknya hanya mencandakan kebaikan-kebaikan. Pertama, jangan bercanda pada sesuatu yang penting bagi sesama. Kedua, jangan bercanda dengan bahan bentuk fisik sesama.

24.  Mendamaikan Saudara Berseteru

Jika ada perseteruan antar sahabat, kita harus menjadi penengah. Tidak memihak salah satu sahabat dan bersikap adil kepada keduanya.

25.  Indahnya Memaafkan

Saling memaafkan adalah cara yang indah bagi kita untuk tetap berrsahabat walaupun sama-sama mempunyai kekurangan.

26.  Teguran Tanda Cinta

Kita harus tetap saling menegur kalau ada sahabat keliru. Sebagaimana kita juga butuh teguran sesama agar bisa meluruskan tindakan maupun ucapan yang salah.

27.  Jangan  Mengumbar Aib

Semua orang punya aib sendiri-sendiri. Maka, wajar kalau kita berusaha menutupi aib kita meski ke sahabat terdekat.

28.  Saat Kegagalan Menimpa

Kegagalan memang bagian dari perjuangan. Maka, tidak heran kalau ada yang mengatakan, kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Betapa indahnya kalau di sekitar kita ada sahabat-sahabat yang mau berbagi semangat dan motivasi. Kita yang mengalami kegagalan akan dibantu bangkit dan didorong agar kembali berjuang.

29.  Buah Tutur Manis

Kita seharusnya bertutur kata manis entah keadaan seperti apa pun. Dengan begitulah, kita bisa sama-sama membangun pergaulan sehat dan asyik.

30.  Doa Terindah untuk Sahabat

Doa kepada sahabat-sahabat adalah penanda ketulusan yang tersimpan di hati. Maka, kita dituntun saling mendoakan kebaikan kepada sesama. Karena kita mencintai sahabat dengan tulus, kita pun menginginkan kebaikan untuknya.

31.  Materi Bukan Segalanya

Materi bukanlah segalanya. Ada yang lebih penting dari sekadar materi. Yakni, kebenaran yang kita simpan di hati. Persaudaraan kita yang baik juga jauh lebih bernilai. Banyak orang berpunya, tapi tidak punya sahabat-sahabat baik di sekitar.

32.  Ajakan Kebaikan

Keindahan lain yang kita bisa dapatkan dalam pergaulan asyik dan sehat adalah saling menyerukan kebaikan.

33.  Karena Semua Bisa Berubah

Sisi baik seseorang bisa memancing kita untuk menyukainya. Sementara itu, sisi buruknya pun akan menghadirkan kebencian di hati. Yang hari ini membuat kita senang, sewaktu-waktu bisa membuat kecewa. Begitupun sebaliknya.

34.  Bersama Menggapai Cahaya

Dengan adanya sahabat yang juga memiliki semangat juang menuntut ilmu (ilmu yang bermanfaat), setidaknya kita berbagi motifasi, semangat dan inspirasi.

35.  Saling Menyaingi Dalam Kebaikan

Berlomba-lombalah dalam kebaikan dengan sahabat. Karena inilah kompetisi yang dibenarkan dalam islam.

36.  Musyawarah untuk Kepentingan Bersama

Orang bermusyawarah tidak akan menyesal karena apapun keputusan yang diambil  dari kesepakatan bersama. Bagus atau buruknya hasil yang terjadi, semua pihak harus menerima.

37.  Saat Kekacauan Menyeruak

Hal yang harus disadari dalam pergaulan ialah tidak selalu bisa memaksakan kehendak. Kadang kita menerima perlakuan baik, tetapi tidak menutup kemungkinan mendapatkan perlakuan buruk. Banyak yang tidak siap menerima kekecewaan dalam pergaulan sehingga begitu menemukan, langsung saja memutuskan hengkang dari ikatan persahabatan.

38.  Jangan Menjadi Beban Sesama

Kita tidak boleh menjadi beban bagi orang lain. Sekali-dua kali mungkin orang masih mau membantu. Akan tetapi, lama-lama orang merasa kecewa, membenci sikap kita yang hanya mencari untung.

39.  Kesabaran Tanpa Batas

Terkadang kita membatasi kesabaran hanya karena sudah berkali-kali mendapatkan perlakuan buruk dari sesama. Kita diminta bersabar agar tetap memiliki daya ubah di pergaulan yang kita bangun.

40.  Berbagi Peran Kebaikan

Di karenakan karakter dan pembawaan masing-masing yang berbeda dan unik, kita bisa melakukan peran berbeda-beda dalam melakukan kebaikan. Kita tidak harus memiliki latar belakang seragam, justru lebih baik berkumpul dengan membawa kemampuan masing-masing, kemudian bersama-sama melakukan suatu kebaikan.

41.  Perlunya Klarifikasi Suatu Berita

Kita perlu menyaring informasi apakah benar atau keliru. Sebab kita selalu membuat keputusan berbagai hal berdasarkan informasi yang kita dapatkan. Termasuk Ketika membuat kesimpulan mengenai seseorang. Jangan sampai termakan fitnah sehingga menyimpulkan sesuatu salah tentang sahabat-sahabat kita.

42.  Posisi Wanita dalam Islam

Dalam agama islam, posisi wanita sangatlah mulia. Ketika menjadi seorang istri, Wanita akan mendapat kemuliaan besar jika ia memelihara dirinya sebagai wanita muslimat salihah.

43.  Berkelompok dalam Persaudaraan

Di Indonesia banyak gerakan yang dibangun mencapai misi-misi tertentu. Ada yang bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, politik dan sebagainya. Namun, pada dasarnya gerakan umat Islam yang benar akan menjadikan penghambaan kepada Allah SWT sebagai tujuan utamanya.

44.  Siapakah Sahabat Sejatimu ?

Bila menyimak kisah perjuangan Rasulullah SAW. Dalam memperjuangkan Islam, kita akan melihat perbedaan jelas antara sahabat sejati dengan orang munafik. Sahabat sejati tetap Bersama dalam keadaan senang maupun susah. Orang munafik hanya mendekat saat hanya ada keuntungan.

45.  Kerendahan Hati

Sikap tawadhu’ (rendah hati) termasuk sikap yang dicontohkan Rasulullah SAW. Rasulullah adalah manusia yang paling dimuliakan Allah SWT. Kelak, di hari akhir, Rasulullah menjadi imam bagi setiap manusia di sepanjang zaman. Namun tidak pernah menyombongkan posisi mulianya.

46.  Kedermawanan, Tanda Berkahnya Harta

Harta yang berkah adalah harta yang menyemangati kita untuk berbuat baik. Makin banyak harta yang dipunya, makin banyak pula yang kita dermawakan kepada sesama. Adapun harta yang tidak berkah, makin banyak jumlahnya, makin jauh kita dari Allah SWT.

47.  Bermuamalah Sehat

Muamalah adalah hubungan atau transaksi dengan seseorang. Misal jual beli, pinjam-meminjam. Dalam muamalah harus diperhatikan beberapa hal. Diantaranya, menuliskan perkara utang secara gamblang, muamalah dalam hal dihalalkan, tidak ada pihak yang dirugikan, menghindari ghasab,  dan transaksi tidak hanya mengharap keuntungan namun mengharap ridha Allah SWT.

48.  Kepergian jadi Pengingat

Kematian seseorang tidak akan bisa dihindari atau ditunda. Hal yang harus kita ingat terkait mengingat kematian adalah bahwa roh kita milik Allah SWT, kita bisa mengupayakan meninggal dalam keadaan baik, dan menyiapkan amal yang baik.

 

C. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Ø Kelebihan

- Praktis karena berukuran sedang sehingga mudah dibawa kemana saja.

- Dilengkapi dengan kata-kata bijak yang memotivasi pembaca agar bersemangat untuk berubah.

- Dilengkapi ayat-ayat dan dalil yang mendukung pembahasan sehingga landasannya kuat.

- Berisi tentang semua nasihat-nasihat Rasulullah SAW, dalam mengatasi setiap permasalahannya di dalamnya tanpa terlihat menggurui.

Ø  Kekurangan

 

D. Penutup/Kesimpulan

Manusia adalah makhluk sosial karena tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Betapa besar pengaruh pergaulan terhadap bentuk kepribadian yang terbangun di diri kita sehingga perhatian pada masalah ini tidak boleh main-main. Bayak potensi kebaikan yang lenyap seketika karena di sekitarnya ada pengaruh buruk lingkungan. Sebaliknya, banyak orang menjadi baik karena hidup di lingkungan pergaulan baik. Rasulullah Saw adalah sebaik-baiknya pembimbing. Buku ini menghimpun hikmah dan keteladanan Rasulullah SAW agar bisa membangun pergaulan sehat dan asyik. Buku ini merangkum semua nasihat Rasulullah SAW dalam mencipta hubungan sejati maupun mengatasi setiap permasalahan di dalamnya, tanpa terlihat menggurui.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pribadi Berperan Anti Baperan - Yaser Benzema

IKHTIAR ISLAMI HIDUP SUKSES - Reifan Gasyah

The Art of Hijrah: kala jannah menanti perubahanmu - ANNISA SAFINA REZEKI