Ali bin Abi Thalib - Salma Nafisa

 Identitas buku :

Judul : ali bin Abi Thalib

penulis : sayyid sulaiman nadwi

Penerbit : kaysa media (puspa swara grup) anggota IKAPI Tahun penerbit : 2015

Tebal halaman : 160 halaman Harga buku :Rp 50.000 Sinopsis :

Rasulullah bersabda, “para sahabatku seperti bintang  bintang di langit. Siapa saja yang kamu ikuti, kamu akan mendapatkan petunjuk. 

Setelah mush'ab bin umair dan umar bin khaththab, kami kembali meluncurkan kisah para sahabat terbaik, yang terangkum dalam serial para penghuni surga. Kali ini tentang sosok Ali bin Abi Thalib.

Kami berharap buku ini bermanfaat dan menambah kecintaan kita kepada Rasulullah dan para sahabatnya. Semoga salawat dan salam tercurah kepada nabi akhir zaman, para sahabat, ahli baitnya, dan kita semua yang memegang teguh agama ini.

Selamat menikmati.....

Kaysa media Isi :

Isi dari buku ini menjelaskan rasullah memanfaatkan kesempatan ini dan membuat kontak dengan kabilah  kabilah Arab. Beliau menjelaskan agama islam. Pada waktu itu, abu bakar menemani Rasulullah dan menolong beliau.

Ali merasa asing dengan hal yang baru pertama kali di dengarnya itu. Pikirannya mulai campur aduk, heran sekaligus ragu. Dia pun mengatakan yang telah di dengarnya dari Rasulullah kepada ayahnya, abu Thalib. Waktu itu, Rasulullah masih belum mengumumkan kenabiannya. Karena itu, ketika Ali menginginkan informasi yang lebih tentang islam, Rasulullah meminta memikirkannya saja dan tidak mengatakan kepada siapa pun.

Review:


Kelebihan buku :

1. Terdapat pengatar tema di setiap bab

2. Membacanya yang lebih menarik

3. Mencantumkan hal yang berkaitan dengan sayyidina Ali bin Abi Thalib

 Kekurangn buku :

1. Membacanya sangat mudah

2. Bukunya tergambar dengan jelas

3. Saat membaca menggunakan kata katanya dengan baik dan jelas Kesimpulan :

Buku ini berkisah tentang “anak  didik yang di bina langsung oleh Rasulullah. Dialah Ali bin abi Thalib. Lelaki yang di kenal sangat cerdas ini juga di gelari haidar yang berarti singa. Bahkan, saat menyusul Rasulullah hijrah ke

madinah, sayyidina Ali berjalan sendiri di malam hari. Tapak kakinya pun sampai pecah – pecah . Berani dan cerdas adalah dua karakter yang bergabung dalam diri Ali bin Abi Thalib.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pribadi Berperan Anti Baperan - Yaser Benzema

IKHTIAR ISLAMI HIDUP SUKSES - Reifan Gasyah

The Art of Hijrah: kala jannah menanti perubahanmu - ANNISA SAFINA REZEKI